Osteoarthritis vs Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis (RA) dan Osteoarthritis (OA) adalah dua jenis radang sendi yang umum terjadi. Keduanya menyebabkan rasa sakit dan kerusakan sendi, namun keduanya adalah penyakit yang sangat berbeda.

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketika sehat, sistem kekebalan tubuh akan menyerang benda asing yang masuk ke tubuh seperti bakteri dan virus. Namun saat menderita RA, sistem kekebalan tubuh juga "melihat" persendian sebagai musuh dan melancarkan serangan terhadapnya.

reumatoid-artritis

Sedangkan Osteoarthritis (OA) bukanlah penyakit autoimun. Penyakit ini timbul akibat tulang rawan (jaringan spons) di antara persendian Anda rusak - seringkali karena keausan sehari-hari. Akibatnya, tulang di kedua sisi tulang rawan mulai berubah dan terasa sakit.

j65hxk_30b79c35-1019-4a7b-a168-7c576686e3ad-941040

Gejala Rheumatoid Arthritis (RA) vs Osteoarthritis (OA)

RA dan OA dapat menyebabkan beberapa gejala yang sama, antara lain:

  • nyeri sendi
  • kekakuan pada sendi
  • pembengkakan, yang lebih parah pada RA
  • mobilitas terbatas pada sendi yang terkena

Gejala kedua kondisi tersebut cenderung lebih buruk di pagi hari. Keduanya bisa menyebabkan pegal di pagi hari atau setelah istirahat juga. Namun, pada penderita OA, kekakuan biasanya membaik dalam 30 menit. Pada seseorang dengan RA, biasanya berlangsung lebih lama.

 

Gejala RA dapat berkembang dan memburuk dengan cepat, terkadang dalam beberapa minggu. Gejala OA timbul lebih lambat, karena jaringan pelindung pada persendian secara bertahap melemah. Namun, aktivitas tertentu dapat menyebabkan gejala OA memburuk secara tiba-tiba. Misalnya, pergi mendaki dapat menyebabkan pembengkakan lutut yang tiba-tiba dan parah.

 

Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi banyak sendi yang berbeda di tubuh. OA kemungkinan besar menyerang lutut, pinggul, dan sendi jari kelingking dan ibu jari. RA sering menyerang tangan, jari, siku, lutut, kaki, dan pinggul, dan biasanya terjadi pada kedua sisi persendian yang sama (kanan dan kiri). Sementara itu, OA seringkali hanya menyerang sendi satu sisi.

 

Secara keseluruhan, OA bersifat terlokalisasi – hanya mempengaruhi sendi dan jaringan sekitarnya. Namun, orang dengan kondisi tersebut dapat mengalami 'pertumbuhan' tulang atau kelainan tulang lainnya. Misalnya, OA di tangan sering menyebabkan munculnya benjolan kecil di sekitar ujung sendi jari. Sedangkan RA yang menyerang banyak sendi, menyebabkan nyeri tekan, bengkak, dan kaku. Juga, benjolan dapat berkembang di sekitar sendi yang terkena. RA bersifat sistemik, bukan lokal, sehingga bisa juga menyebabkan:

  • kelelahan
  • demam
  • penurunan berat badan
  • peradangan di luar sendi, seperti di mata dan paru-paru

Menegakkan Diagnosis Rheumatoid Arthritis (RA) vs Osteoarthritis (OA)

Mendiagnosis kondisi ini menjadi tantangan bagi dokter karena gejalanya sering tumpang tindih, terutama pada tahap awal. Tes darah untuk RA dapat membantu memastikan atau menyingkirkan diagnosis. Tes-tes ini mencari biomarker yang berbeda dalam darah, seperti antibodi peptida citrullinated siklik dan faktor rheumatoid. Dokter juga dapat memeriksa kadar antibodi protein C-reaktif, yaitu penanda yang mengindikasikan peradangan. Selain itu, dokter dapat melakukan rontgen, MRI, ultrasonografi, atau kombinasinya untuk menentukan tingkat dan lokasi kerusakan RA atau OA.

Penanganan Rheumatoid Arthritis (RA) vs Osteoarthritis (OA)

Penanganan bisa melibatkan penggunaan obat-obatan seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi peradangan. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan serta meningkatkan rentang gerak. Dokter juga dapat merekomendasikan obat berbasis steroid untuk mengurangi peradangan. Misalnya, dokter mungkin akan menyuntikkan steroid langsung ke persendian yang terkena jika perlu guna segera mengurangi peradangan.

 

Untuk mengobati RA, American College of Rheumatology merekomendasikan penggunaan obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARDs), seringkali bersamaan dengan NSAID atau steroid dan obat biologis. DMARDs bertujuan untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kerusakan jaringan pada persendian.

 

Penanganan RA dan OA juga seringkali perlu ditambahkan dengan terapi fisik. Terapi fisik membantu meningkatkan mobilitas dan menjaga persendian agar tetap fleksibel.

 

Memiliki pola makan yang sehat dan mengikuti rencana olahraga yang tepat juga dapat membantu. Mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu mencegah tekanan berlebih pada persendian. Berhenti merokok dan menghindari asap rokok juga merupakan ide yang baik, terutama bagi penderita RA.

  • BahrumL.Rheumatoidarthritisvs.osteoarthritis:what’sthedifference?.CreakyJoints[Internet].Apr2022[cited10Jan2023].Availablefrom:https://creakyjoints.org/about-arthritis/rheumatoid-arthritis/ra-oa-whats-the-difference/
  • CristolH.Rheumatoid arthritisvs.osteoarthritis:what’sthedifference?.Web MD[Internet]. Jan 2022 [cited 14 Jan 2023]. Available from:https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/rheumatoid-arthritis-osteoarthritis-difference
  • MohammedA,TarafAlshamarriT,AdeyeyeT,etal.AcomparisonofriskfactorsforosteoandrheumatoidarthritisusingNHANESdata.PrevMedRep.2020Dec;20:101242.DOI:10.1016/j.pmedr.2020.101242

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top