Tingginya polusi di Jakarta dan sekitarnya adalah problema banyak kota lain di dunia.
Adanya peran inversi yang dikutip dari Arizona Department of Environtmental Quality yang menyebutkan lapisan atmosfer yang suhunya semakin tinggi makin panas. Fenomena ini terjadi ketika lapisan udara dingin terperangkap di dekat permukaan tanah oleh lapisan udara hangat di atas permukaan. Ketika udara tidak bisa naik, polusi menumpuk di dekat permukaan tanah, menyebabkan konsentrasi polutan lebih tinggi di pagi hari.
Berdasarkan data situs pemantau udara IQAir, dalam beberapa bulan terakhir kondisi pagi hari di Jakarta tak lebih baik ketimbang siang hari karena menunjukkan status Tak Sehat (Unhealthy).
Lalu apakah berlari di pagi hari pasti tidak sehat?
Tidak juga, karena ada waktu—waktu tertentu dimana udara cukup baik, sehingga disarakan untuk cek kualitas udara secara rutin. Lari di pagi hari pun juga memiliki manfaat seperti meningkatkan metabolisme tubuh sehingga dapat membakar kalori lebih banyak dan membantu menjaga mood berolahraga.
Lalu bagaimana dengan berlari saat sore atau malam hari?
Berdasarkan pemantauan kualitas udara khususnya di wilayah Jabodetabek, kualitas udara paling baik terjadi pada sore hari dan bukan di pagi hari sebagaimana pemahaman banyak orang. Konsentrasi PM2.5 cenderung lebih tinggi lepas malam hari menjelang pagi hari, dikarenakan saat malam hari udara lebih rapat karena massa udara yang turun dan membawa polutannya.
Berdasarkan penelitian dari American Journal of Physiology Lung Cellular and Molecular Physiology (2015) mengungkapkan jika paru-paru akan bekerja lebih bagus saat rentang waktu sore hari. Yang berarti, penyerapan oksigen yang dilakukan paru-paru menjadi sangat maksimal. Hal tersebut bisa membantu untuk berlari lebih mudah dan lebih fokus pada kondisi di sekeliling.
Selain itu, lari di sore atau menjelang malam hari membuat lebih cepat untuk tidur. Lari saat sore hari dapat mendorong produksi hormon pemicu tidur atau hormon melatonin. Tidur bisa lebih cepat dan juga bisa memperbaiki ritme sirkadian.
Dilakukan di waktu pagi ataupun sore/malam hari, manfaat olahraga pada dasarnya tetap sama. Hanya saja, ada beberapa manfaat lari pagi yang tidak bisa ditemukan di lari sore. Begitu juga sebaliknya. Namun mengenai waktu polusi, kondisi udara tidak bisa selalu diprediksi, sehingga disarankan untuk selalu cek kualitas udara disaat kalian mau mulai berlari. Kamu bisa mendapatkan informasi kualitas udara dari televisi, situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
- Tainio, M., et al. (2021). Air Pollution, Physical Activity and Health: A Mapping Review of The Evidence. Environment International, 147, 105954.
- Pasua, et al. (2018). Exercising in Air Pollution: The Cleanest versus Dirtiest Cities.
- https://www.azcentral.com/story/news/local/arizona-environment/2020/04/13/coronavirus-lowers-pollution-levels-slightly-phoenix-metro-area/5128506002/
- https://report.nafas.co.id/air-quality/monthly/2023/07/LaporanKualitasUdaraNafas_Juli2023.pdf

