Tips Berlari bagi Manula

Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi penurunan berbagai fungsi organ tubuh. Penurunan fungsi ini disebabkan karena berkurangnya jumlah sel secara anatomis. Salah satu upaya untuk menghambat proses penuaan, yaitu dengan melakukan gerakan atau latihan fisik.

Berlari setelah usia 50 tahun dapat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular, tetapi berlari pada usia diatas 50 tahun juga dapat menyebabkan cedera yang serius apabila tidak disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Untuk itu diperlukan perhatian yang khusus, tips yang dapat dilakukan adalah:

  1. Know your limits
    Sebelum memulai program lari, penting untuk memahami beberapa efek fisik dasar dari penuaan. Kebugaran fisik biasanya mencapai puncaknya pada usia 20-an dan 30-an. Seiring bertambahnya usia, beberapa perubahan dapat terjadi: daya tahan jantung menurun, serat otot menyusut, kekuatan koordinasi dan keseimbangan juga menurun. Sehingga, dalam melakukan olahraga lari di usia 40-an dan 50-an kita harus memiliki pola pikir dengan berlatih secara benar dan bekerja lebih cerdas daripada bekerja lebih keras.

  2. Increase Your Effort Gradually 
    Penting untuk berhati-hati dalam meningkatkan waktu dan intensitas latihan. Sehingga mulailah berlari dengan perlahan untuk meminimalkan risiko cedera. Perlu diingat bahwa latihan dan olahraga harus disesuaikan secara individual, dan sesuai tujuan individu tersebut.

  3. Improve Your Balance
    Jika memiliki keseimbangan yang baik, anda cenderung tidak jatuh dan lebih bisa mendapatkan kembali keseimbangan anda. Meningkatkan keseimbangan dapat dilakukan dengan berdiri dengan satu kaki (dan kaki bergantian) selama 30 detik, melakukan gerakan yoga, dll. 

  4. Prevent Injury
    Pencegahan cedera dapat dilakukan seperti menggunakan foam roller, istirahat cukup, regular massages, dan melakukan latihan penguatan otot.

  5. Take Time to Recover
    Yang harus diingat adalah seiring bertambahnya usia, memang butuh waktu lebih lama untuk pulih dari cedera. Sehingga dengarkan tubuh anda, istirahatlah dan berlari, dan konsultasi ke dokter jika mengalami nyeri terkait cedera.

  6. Practice Flexibility
    Pastikan melakukan pemanasan yang benar sebelum berlari, karena seiring bertambahnya waktu, otot dan tendon setiap orang akan berkurang elastisitasnya sehingga diperlukan peningkatan fleksibilitas. 

  7. Healthy Diet and Regular Water Hydration
    Pilih makanan sehat, buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan. Kurangi gula dan karbohidrat. Minumlah air secara teratur.

    Yuk kita simak artikel Emi-Ducation lainnya!

  • Ambar Suliati, 2004. Olahraga Bagi Usia Lanjut. Direktorat Olahraga Masyarakat. Direktorat Jendral Olahraga. JakartaDepkes RI, Dit.
  • Kane, et. Al. 1994. Manfaat Olahraga untuk Lansia. Penelitian. Jakarta.

    https://www.verywellfit.com/tips-for-running-in-your-50s-and-beyond-2911208/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top