Namun tahukah kalian bahwa olahraga lari (running) di luar saat polusi tinggi tidak direkomendasikan? Ketika kita berolahraga lari (running), kita akan bernapas lebih cepat dan menghirup udara yang lebih banyak. Alhasil, lebih banyak polutan (PM2.5, CO,NOx, SO₂, O₃) yang terhirup dalam waktu singkat.
Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah pengukuran konsentrasi polutan udara dalam polusi udara ambien dan risiko kesehatan yang terkait. Lalu apa itu PM2.5? Polusi udara disebabkan oleh polutan yang mencemari udara yang kita hirup. Wujudnya ada 2, yaitu gas (karbon monoksida, nitrogen dioksida, dll) dan partikel padat (PM10, PM2.5). PM2.5 adalah partikel padat berukuran kurang dari 2,5 mikrometer atau 36x lebih kecil dari diameter sebutir pasir, sehingga tidak dapat disaring oleh tubuh kita dan berbahaya bagi manusia karena bisa terhirup saat kita bernapas dan terbawa hingga ke pembuluh darah.
Studi di Seoul National University juga menunjukkan bahwa dewasa (25-30 tahun yang berolahraga rutin selama 10 tahun di luar rumah dengan PM2.5 di atas 26 µg/m 3beresiko terkena penyakit jantung sebanyak 33% lebih tinggi dibandingkan yang tidak berolahraga sama sekali.
Tips berolahraga di kota berpolusi:
- Cek kualitas udara. Saat polusi tinggi, sebaiknya olahraga di rumah saja/ dalam ruangan.
- Pakai masker olahraga.
- Pindahkan waktu olahraga ke jam-jam saat polusi menurun.
- Pilih rute olahraga yang minim polusi seperti taman atau area yang banyak ditanami pohon.
Yuk kita simak artikel Emi-Ducation lainnya!

