Latihan Fisik bagi Individu dengan OA :
- Latihan Aerobik
Mereka yang memiliki gejala lutut ringan hingga sedang dapat mempertimbangkan olahraga seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau menggunakan mesin olahraga lainnya di gym. Cobalah berolahraga setidaknya 150 menit seminggu. Hal ini bisa dibagi menjadi 30 menit dalam lima kali seminggu. Jika Anda tidak dapat menyisihkan setengah jam setiap hari, bagi menjadi 10 menit sepanjang hari.
- Latihan Panggul dan Kaki
Otot yang kuat akan menopang dan melindungi persendian Anda dari beban yang berlebih. Memperkuat tubuh bagian bawah akan mengurangi tekanan pada sendi pinggul dan lutut. Hal ini dapat meredakan sebagian rasa sakit dan melindungi sendi dari kerusakan yang lebih parah. Selain itu, juga dapat mengembalikan fungsi tubuh sehari-hari seperti menaiki tangga.
- Stabilitas Otot Batang Tubuh
Jenis latihan yang berfokus pada stabilisasi otot batang tubuh dan fungsi postural.

- Koreksi Postural Tubuh
Latihan yang berfokus pada sendi-sendi yang saling berhubungan satu sama lain dengan sendi yang terkena OA (orientasi postural) agar postur tubuh tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi mekanisme kompensasi terhadap sendi lain.
- Latihan Keseimbangan
Latihan keseimbangan membantu dalam pencegahan jatuh karena meningkatkan kemampuan dalam mempertahankan posisi tegak tubuh, terutama saat melakukan aktivitas yang memerlukan keseimbangan seperti berdiri dengan satu kaki atau berjalan.
- Latihan Fungsional
Ada sejumlah gerakan fungsional sehari-hari, termasuk menaiki tangga dan berdiri dari kursi yang menjadi keterbatasan pada penderita OA. Sehingga latihan ini berfokus pada aktivitas fungsional untuk membantu meningkatkan kemampuan fisik. Tujuan dari latihan ini adalah untuk membantu individu kembali ke aktivitas sehari-hari yang penting bagi pasien.
- Latihan Neuromuskuler
Latihan ini berfokus pada otot yang mengendalikan sendi saat bergerak. Ketika seseorang menderita OA, otot-otot di sekitar persendian di tungkai bawah menjadi lebih lemah dan tidak berfungsi dengan baik. Program latihan neuromuskuler ditemukan efektif dalam meningkatkan fungsi dan mengurangi gejala pada orang dengan cedera lutut yang berisiko tinggi mengalami OA dini. Metode latihan neuromuskuler dirancang khusus untuk menargetkan defisiensi sensorimotor dan ketidakstabilan fungsional yang terkait dengan cedera lutut. Contoh gerakan pada latihan neuromuskuler sama seperti contoh-contoh gerakan sebelumnya karena gerakan-gerakan tersebut juga sekaligus melatih kemampuan neuromuskuler tubuh penderita OA.
Jenis dan jumlah latihan fisik yang ideal bergantung pada usia, kemampuan,keterbatasan fungsional, dan status kesehatan orang tersebut. Jika Anda tidak pernah aktif secara fisik di masa lalu, sebaiknya mulai perlahan-lahan. Lihat bagaimana respon fisik dan perasaan terhadap latihan fisik,lalu tingkatkan intensitas dengan perlahan.Lebih baik lagi bila Anda mengkonsultasikan dengan dokter spesialis kedokteran olahraga/dokter yang mendalami ilmu olahraga untuk resep latihan fisik yang sesuai dengan kondisi Anda.
- Chen D, Shen J, Zhao W, et al. Osteoarthritis: toward a comprehensive understanding of pathological mechanism. Bone Res. 2017; 5: 16044. DOI: 10.1038/boneres.2016.44
- Haq I, Murphy E, Dacre J. Osteoarthritis. Postgraduate Medical Journal.2003;79:377-383.
- Kan HS, Chan PK, Chiu KY, et al. Non-surgical treatment of knee osteoarthritis. Hong Kong Med J 2019 Apr;25(2):127–33. DOI: https://doi.org/10.12809/hkmj187600
- Jönsson T, Eek F, Dell'Isola A, et al. The better management of patients with osteoarthritis program: outcomes after evidence-based education and exercise delivered nationwide in Sweden. PLoS One. 2019 Sep 19;14(9):e0222657. DOI: 10.1371/journal.pone.0222657.













