Apa itu Osteoarthritis?
Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan di sendi aus dan rusak. Kondisi ini menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi, yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Tak hanya dipengaruhi oleh usia, OA juga terkait erat dengan gaya hidup, seperti obesitas.
Apa itu Obesitas?
Obesitas adalah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan hingga berpotensi mengganggu kesehatan. Biasanya, obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan pada usia 36-37 tahun dapat meningkatkan risiko osteoarthritis di usia 70 tahun ke atas.Bagaimana Obesitas Menyebabkan Osteoarthritis?
Obesitas memiliki dampak langsung terhadap kesehatan sendi. Berikut beberapa mekanisme utama yang menghubungkan obesitas dengan osteoarthritis:
Beban Berlebih pada Sendi
Setiap kilogram berat badan tambahan memberikan tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut, pinggul, dan tulang belakang. Bayangkan engsel pintu yang terus menerus menopang beban berat seiring waktu, engsel tersebut akan lebih cepat aus dan rusak.Peradangan Kronis
Obesitas tidak hanya memengaruhi tubuh secara keseluruhan, tetapi juga berkontribusi pada peradangan kronis yang memperburuk kondisi sendi. Penelitian oleh Shumnalieva, dkk.(2023) menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan peradangan sistemik yang mempercepat kerusakan tulang rawan dan memperburuk osteoarthritis, serta menambah beban pada lutut, salah satu area tubuh yang paling rentan terhadap dampak obesitas.Gangguan Mekanik
Kelebihan berat badan dapat mengubah pola gerakan sendi, menyebabkan distribusi tekanan yang tidak merata. Hal ini mempercepat proses degenerasi sendi dan meningkatkan risiko cedera.
Dampak Obesitas terhadap Osteoarthritis
Penderita obesitas dengan osteoarthritis cenderung mengalami:
Nyeri yang Lebih Parah: Beban berlebih dan peradangan memperburuk rasa sakit yang dirasakan.
Keterbatasan Aktivitas: Nyeri dan kekakuan menghambat aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau berdiri dalam waktu lama.
Risiko Penyakit Lain: Obesitas juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.
Gangguan Cairan Sinovial: Obesitas dapat menghambat produksi cairan sinovial, yang berfungsi sebagai pelumas sendi, sehingga mempercepat kerusakan sendi.
Cara Mencegah dan Mengatasi Osteoarthritis Akibat Obesitas
Meskipun osteoarthritis tidak dapat sepenuhnya disembuhkan, ada berbagai cara untuk mencegah dan mengurangi dampaknya:
Menurunkan Berat Badan: Mengurangi berat badan dapat secara signifikan mengurangi tekanan pada sendi dan mengurangi gejala osteoarthritis.
Olahraga Teratur: Latihan seperti berenang atau yoga dapat memperkuat otot di sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.
Terapi Fisik: Fisioterapi dapat membantu meningkatkan kekuatan dan fungsi sendi.
Obat-Obatan: Dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Operasi: Pada kasus yang parah, operasi penggantian sendi dapat menjadi pilihan terakhir.
Allen, K. D., Bosworth, H. B., Brock, D. S., Chapman, J. G., et al.. Patient and Provider Interventions for Managing Osteoarthritis in Primary Care: Protocols for Two Randomized Controlled Trials. 2012;13:60.DOI: 10.1186/1471-2474-13-60 Bortoluzzi, A., Furini, F., & Scire, C. A. (2018). Osteoarthritis and its management – Epidemiology, nutritional aspects and environmental factors. 17, 1097-1104. Haq I, Murphy E, Dacre J. Osteoarthritis. Postgraduate Medical Journal.2003;79:377-383.DOI: 10.1136/pmj.79.933.377 Shumnalieva, R., Kotov, G., & Monov, S. (2023). Obesity-Related Knee Osteoarthritis—Current Concepts. Life, 13(8), 1650. Editor: Lambova, S. DOI: 10.3390/life13081650 Valderrabano V, Steiger C. Treatment and Prevention of Osteoarthritis though Exercise and Sports. J Aging Res. 2010;6:374653. DOI: 10.4061/2011/374653

