Cedera Marathon dan Pencegahannya

Marathon merupakan salah satu olahraga yang banyak dilirik akhir-akhir ini oleh para penggiat olahraga, namun tahukah kamu cedera apa saja yang menghantui pelari ketika mengikuti marathon? yuk kita simak beberapa cedera yang sering terjadi saat marathon dan bagaimana pencegahannya.

1. Kram Otot

Suatu kontraksi tidak terkendali pada satu atau lebih otot yang terjadi tiba-tiba, diakibatkan oleh dehidrasi, kurangnya asupan karbohidrat dan kurangnya pemanasan sebelum berlari. 

2. Runner's Knee/Sindrom Nyeri Patellofemoral 

Nyeri yang muncul pada bagian depan lutut, tepatnya di sekitar tempurung lutut diakibatkan oleh Kelemahan otot-otot bokong, kekakuan otot paha depan Overuse/penggunaan berlebihan pada sendi lutut dan permukaan lari yang keras.

3. Radang Tendon Achilles

Nyeri yang muncul pada bagian otot tendon yang menghubungkan otot betis ke bagian belakang pergelangan kaki disebabkan terlalu banyak tekanan pada otot/overuse, Lemah dan kakunya otot betis dan berlari terlalu menanjak.

4. Nyeri Tulang Kering/ Shin Splints

Nyeri di sepanjang tulang kering yang diakibatkan oleh  alas kaki yang tidak sesuai, kelemahan sendi pergelangan kaki dan otot tibialis anterior, ketidakseimbangan otot kaki heel strike runners, permukaan lari yang keras dan berlari turun (downhill running).

5. Sindrom Ligamen Illiotibial

Rasa nyeri yang muncul pada sisi luar sendi lutut dan paha bagian luar yang biasanya diakibatkan oleh overuse/penggunaan berlebihan pada otot kaki. Basanya terjadi pada pelari berpengalaman yang mulai meningkatkan jarak tempuh (too far, too soon). Kurang pemanasan sebelum berlari, kelemahan otot bokong, panjang kaki yang berbeda dan berlari turun (downhill running).

6. Plantar Fasciitis

Nyeri pada jaringan tebal tumit akibat adanya peradangan yang disebabkan oleh berat badan yang berlebih, kekakuan dan kelemahan otot betis, kelemahan otot paha belakang dan telapak kaki rata/flat foot.

Pencegahan Keseluruhan:

  • Memahami teknik berlari yang baik dan benar.
  • Melakukan peregangan dan pendinginan sebelum berlari.
  • Meningkatkan kapasitas olahraga tubuh:
latihan penguatan otot (strengthening) -- terutama otot core, panggul, dan bokong
ketahanan (endurance)
ketangkasan (mobility)
stabilitas batang tubuh (core stability)
  • Mengontrol berat badan dan komposisi tubuh
  • Meningkatkan jarak lari secara bertahap
  • Menggunakan alas kaki yang sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki
  • Mengonsumsi cukup makanan dan minuman sebagai sumber energi sebelum berlari
  • Listen to your body. Bila merasa kurang sehat atau mengalami cedera yang belum ditangani, segera istirahat dan melakukan terapi yang baik agar tubuh kembali sehat dan aman untuk berolahraga (good recovery)


  • Kakouris. et al. A systematic review of running-related musculoskeletal injuries in runners. Journal of Sports and Health Science. 10 (2021) 513-522.
  • KluitenbergB,vanMiddelkoopM,DiercksR,vanderWorpH.Whatarethe differences in injury proportions between different populations of runners? A systematic review and meta-analysis. Sports Med 2015;45:1143–61.
  • Schwellnus, M.P. Muscle cramping in the marathon: aetiology and risk factores. Sports Med. 37:364-367, 2007.Sanfillipo Damien et al., What Are the Main Risk Factors for Lower Extremity Running-Related Injuries? A Retrospective Survey Based on 3669 Respondents. Orthopaedic Orthopaedic Journal of Sports Medicine. Volume 9, Issue 11, November 2021
  • Bergeron, M.F. Muscle cramps during exercise- is it fatigue or electrolyte deficit? Curr. Sports Med. Rep., 7;4: S50-S55, 2008.
  • Eichner, E.R. The role of sodium in ‘heat cramping.’ Sports Med. 37:368-370, 2007.
  • Marks H, Felson S. 10 common running injuries: prevention and treatment. June 9, 2022. Available on https://www.webmd.com/fitness-exercise/running-injuries-causes-prevention-treatment#2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top