Apakah Intermittent Fasting Bisa Menurunkan Massa Otot?

Intermittent fasting adalah metode diet dengan cara tidak mengonsumsi makanan apa pun dalam beberapa jam. Tidak seperti puasa di bulan Ramadan, selama menjalankan diet ini boleh minum air putih saja.

    Terdapat studi yang meneliti efek intermittent fasting pada latihan beban yang dikeluarkan dalam European Journal of Sport Science tahun 2016. Penelitian ini melibatkan 18 remaja pria yang diminta untuk melakukan program latihan angkat beban selama 8 minggu. Para partisipan ini sebelumnya tidak atau belum melakukan latihan beban secara teratur. Mereka dibagi dalam dua kelompok yang salah satu grupnya diminta untuk tidak melakukan diet dan kelompok lainnya diminta untuk melakukan program diet intermittent fasting.

    Pada akhir penelitian, mereka yang melakukan diet intermittent fasting mampu mempertahankan massa otot tanpa lemak dan mampu meningkatkan kekuatan. Namun, kelompok lain yang tidak melakukan diet mendapatkan massa otot tanpa lemak sebanyak 2,3 kg, serta mendapatkan tambahan kekuatan.

    Dari hasil penelitian tersebut, bisa disimpulkan bahwa intermittent fasting bukanlah cara terbaik untuk meningkatkan massa otot. Kondisi ini terjadi mungkin karena kelompok yang melakukan intermittent fasting mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada kelompok yang tidak melakukan diet. Meskipun begitu, tetap aktif berolahraga khususnya olahraga angkat beban, karena mampu membantu mempertahankan massa otot.

Yuk kita simak artikel Emi-Ducation lainnya!

  • Tinsley, G. M., Forsse, J. S., Butler, N. K., Paoli, A., Bane, A. A., La Bounty, P. M., Grandjean, P. W. (2016). Time-restricted feeding in young men performing resistance training: A randomized controlled trial. European Journal of Sport Science, 17(2), 200–207.doi:10.1080/17461391.2016.1223173

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top