The New England Journal of Medicine membandingkan terapi fisik dengan injeksi glucocorticoid pada pasien OA di satu atau kedua lutut dengan bukti klinis seperti radiografi.
Penelitian yang dimulai dari Oktober 2012 hingga Mei 2017, didapatkan 156 pasien yang disaring dari 265 pasien yang sesuai dengan kriteria diagnosis osteoarthritis lutut
dengan usia rata-rata 56,1 tahun dimana 48% nya ialah wanita dan untuk IMT rata-rata dari seluruh kohort adalah 31,5 (obesitas).
Efektivitas terapi dinilai dengan menghitung skor total WOMAC setelah terapi dilakukan, yaitu terdiri dari penilaian skala nyeri, kekakuan, dan fungsional tubuh.

Namun, manakah terapi yang lebih efektif baik dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan fungsi fisik?
Hasil menunjukkan bahwa terapi fisik lebih efektif dalam menangani OA daripada injeksi glukokortikoid dalam rentang 1 tahun. Dalam jangka pendek, injeksi glukokortikoid memiliki efektivitas yang sama dengan terapi fisik, namun secara jangka panjang terapi ini tidak mampu bertahan lebih lama hingga 1 tahun.
Sayangnya, injeksi glukokortikoid sendiri lebih sering digunakan dalam praktik klinis daripada terapi fisik.
Kesimpulannya, terapi fisik untuk osteoartritis lutut menghasilkan skor absolut yang lebih baik pada skala nyeri, kekakuan, dan fungsi fisik daripada injeksi glukokortikoid.
yuk kita simak artikel Emi-Ducation lainnya!



