Menurut rekomendasi WHO, total waktu latihan (work out) yang baik per-minggu adalah sekitar 150 menit. Berikut beberapa latihan (work out) yang dapat dilakukan ketika berpuasa.
- Run at low-intensity
- Limit duration
Jika berlari dalam keadaan berpuasa, pastikan anda membatasi waktu lari anda. Jangan samakan waktunya dengan keadaan ketika anda sedang tidak berpuasa. - Run at the right time
Pelari yang melakukan puasa dapat berlari ketika satu jam sebelum berbuka puasa atau sesudah berbuka puasa, sehingga pada waktu sebelum tersebut dapat langsung menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah berolahraga. Namun semua kembali ke kenyamanan individu masing-masing. - Listen to your body
Yang perlu diingat adalah kondisi tubuh sendiri. Mulailah berlari dengan lambat dan pendek, jangan tergesa-gesa. Perhatikan tanda-tanda dan gejala pada tubuh. Karena ketika sedang berpuasa, metabolisme biasanya menjadi lebih lambat, selain itu kalori yang ada di dalam tubuh juga cenderung lebih sedikit. Begitu juga dengan hidrasi. Jadi, jangan pernah memaksakan untuk berlari layaknya di hari anda tidak berpuasa.
Jangan lupa simak artikel Emi-Ducation lainnya!
- Shephard R. The Impact of Ramadan Observance upon Athletic Performance. Nutrients. 2012;4(6):491-505.
- Van Proeyen K, Szlufcik K, Nielens H, Ramaekers M, Hespel P. Beneficial metabolic adaptations due to endurance exercise training in the fasted state. J Appl Physiol (1985). 2011 Jan;110(1):236-45. doi: 10.1152/japplphysiol.00907.2010. Epub 2010 Nov 4. PMID: 21051570; PMCID: PMC3253005.
- Longo, V. D., & Mattson, M. P. (2014). Fasting: molecular mechanisms and clinical applications. Cell metabolism, 19(2), 181–192. https://doi.org/10.1016/j.cmet.2013.12.008

