Scoliosis

Scoliosis merupakan salah satu kelainan yang terjadi pada tulang belakang, ditandai dengan kemiringan garis tulang belakang ke arah samping. Pada pemeriksaan rontgen, akan tampak gambaran tulang belakang seakan membentuk huruf ”S” atau ”C” (tidak lurus).
Skoliosis memiliki beberapa tingkat keparahan yang dapat diukur, yaitu:
10-25 derajat = skoliosis ringan
25-45 derajat = skoliosis dengan
>45 derajat = skoliosis berat
- Bila terlihat postur tubuh miring atau terputar
- Bila bahu kanan dan kiri terlihat tidak sama tinggi
- Bila terlihat posisi atau tinggi panggul tidak simetris
- Terlihat perbedaan posisi atau tinggi tulang belikat
- Ketika berdiri tegak, terlihat perbedaan pada kedua tangan yang menggantung di sisi badan
- Ketika membungkuk ke depan, terlihat perbedaan tinggi punggung belakang
- Bila terdapat benjolan seperti punuk di punggung
Skoliosis non-struktural atau fungsional terjadi karena penyebab yang sementara atau yang tidak berhubungan dengan tulang belakang itu sendiri, dan mengakibatkan tubuh membengkok ke samping saja.
Sedangkan pada skoliosis struktural, terjadi pembengkokan tulang belakang disertai perputaran (rotasi). Skoliosis yang kita bahas disini adalah skoliosis yang sifatnya struktural.
1. Struktural
Kemiringan yang terjadi karena adanya kelainan murni pada struktur tulang belakang
Penyebabnya adalah:
- Sebagian besar idiopatik atau tidak diketahui
- Penyebab lain karena kelainan pembentukan tulang belakang pada masa kehamilan
- Kelainan/penyakit pada otot penyangga tulang belakang dan persarafannya.
- Tumor, infeksi, penyakit metabolik dan arthritis
2. Non Struktural
Kemiringan yang terjadi akibat adanya kelainan di tempat lain yang menyebabkan posisi tulang belakang berubah (tidak lurus lagi) sebagai mekanisme kompensasi.
Penyebabnya dapat terjadi karena:
- Postur tubuh yang tidak tegak karena faktor kebiasaan
- Panjang kaki yang tidak sama
- Iritasi persarafan di area tulang belakang
- Pemendekan pada tulang panggul
Treatment
Observasi dan kontrol teratur
Observasi dan pemeriksaan ulang diperlukan untuk menentukan apakah pelengkungan abnormal dari tulang belakang masih berlanjut, hal ini mengingat fase pertumbuhan tulang atau fase maturitas tulang pada anak-anak. Pelengkungan tersebut dapat melambat atau bahkan berhenti setelah selesai masa pubertas.
Latihan/senam khusus untuk skoliosis
Latihan-latihan khusus ini dianjurkan pada skoliosis yang sangat ringan, skoliosis dengan derajat progresivitas yang rendah, dan harus dilakukan secara rutin disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Tujuannya untuk melenturkan sisi otot yang kaku dan menguatkan sisi otot yang lemah. Tidak disarankan melakukan olahraga yang membutuhkan gerakan hanya bertumpu pada satu sisi seperti bulu tangkis atau tenis, namun berenang, senam dan yoga diimbangi dengan latihan kardio untuk menguatkan fungsi jantung dan paru sangat baik bagi penderita skoliosis.
Bracing
Bracing dapat digunakan bila pada pemeriksaan rontgen derajat kelengkungannya berkisar 20–40°. Bracing terbukti efektif untuk memperlambat atau menghentikan proses lengkungan abnormal tulang belakang dengan lama pemakaian 22–23 jam/hari. Terdapat berbagai jenis brace yang akan disesuaikan dengan kebutuhan. Alat bantu lain akan direkomendasikan oleh dokter untuk mengoreksi kelainan struktur tubuh lain yang memicu terjadinya skoliosis non struktural.
Bedah
Tindakan bedah dianjurkan pada penderita skoliosis dengan sudut kemiringan tulang belakang >50° atau kurang dari itu, namun dengan terapi sebelumnya tidak memberikan hasil yang baik, atau bila memang telah ada komplikasi.
Types of Scoliosis

- Introduction to scoliosis. American Academy of Orthopaedic Surgeons. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/introduction-to-scoliosisKliegman RM, et al.
- The spine. In: Nelson Textbook of Pediatrics. 21st ed. Elsevier; 2020. https://www.clinicalkey.com.
- Scherl SA. Adolescent idiopathic scoliosis: Clinical features, evaluation and diagnosis. https://www.uptodate.com/contents/search.
- Ferri FF. Scoliosis. In: Ferri's Clinical Advisor 2021. Elsevier; 2021. https://www.clinicalkey.com.
- Morrow ES Jr. Allscripts EPSi. Mayo Clinic.
FAQ
Posisi tidur telentang adalah salah satu yang terbaik untuk skoliosis. Pada posisi ini, berat badan didistribusikan secara merata ke seluruh permukaan tubuh sehingga tidak ada tekanan ekstra pada salah satu bagian tulang belakang. Selain telentang, posisi tidur miring juga dianjurkan karena dapat menjaga tulang belakang tetap lurus dan netral, sehingga ketegangan pada saraf pun bisa diminimalisir. Hindari posisi tengkurap karena membuat punggung melengkung dan menempatkan leher pada posisi yang tidak nyaman.
Schroth method merupakan metode olahraga spesifik skoliosis yang mencakup simetri otot, pernapasan sudut rotasi dan kesadaran akan postur. Dengan menggunakan teknik mirroring, tubuh pasien direedukasi sehingga mengerti postur tubuh yang baik dan benar seperti apa. Tingkat kesadaran tubuh pasien pun akan meningkat.
Renang direkomendasikan karena merupakan olahraga yang dapat membantu pasien dalam meningkatkan fleksibilitas, ketahanan dan dapat membantu mengurangi nyeri punggung. Yoga juga dapat membantu karena terdapat kombinasi antara fleksibilitas dan stabilisasi otot inti tubuh untuk dapat melakukan gerakan, sehingga bisa meningkatkan mobilitas tulang belakang. Pilates juga direkomendasikan karena membantu memperbaiki postur tubuh dengan menormalkan posisi tulang belakang sehingga dapat menurunkan derajat kemiringan atau membantu mengendalikan keparahan gejala skoliosis.
