Quadriceps Strain

Quadriceps strain adalah tarikan atau robekan pada otot paha depan. Quadriceps terdiri dari 4 otot di bagian depan paha, yaitu:
- Rectus femoris (RS)
- Vastus lateralis (VL), bagian paha luar
- Vastus medialis (VM), bagian paha dalam
- Vastus intermedius (VI)
Empat otot quadriceps mengarah ke bawah membentuk satu tendon (quadriceps tendon), yang melekat di patella (tempurung lutut), lalu berlanjut ke bawah menjadi ligamen patellar, dan retinaculum lateral dan medial.
- Nyeri, kram, rasa tarikan, atau rasa terbakar pada paha depan
- Nyeri dirasakan saat menekuk, meluruskan, atau mengangkat lutut
- Kesulitan saat berjalan, berlari, atau melompat
- Nyeri memburuk selama dan setelah aktivitas yang berat
- Mungkin terdengan bunyi ‘pop’ saat terjadinya cedera
- Mungkin terdengar krepitus ketika otot digerakkan atau disentuh
- Riwayat cedera quadriceps sebelumnya.
- Nyeri tekan, pembengkakan, kemerahan, dan peningkatan suhu pada otot quadriceps
- Kaku atau kram pada otot quadriceps
- Penurunan kekuatan dan fleksibilitas otot quadrieps.
- Penurunan rentang gerak sendi lutut dan terkadang hingga mempengaruhi rentang gerak pinggul
- Grade 1 (ringan): tarikan kecil tanpa robekan signifikan (robekan mikroskopis), nyeri minimal atau tidak ada, kekuatan normal, panjang unit muskulotendinosus normal.
- Grade 2 (sedang): tarikan sedang dengan robekan serabut otot atau tendon, terasa nyeri, kekuatan menurun, panjang unit muskulotendinosus memanjang.
- Grade 3 (berat): robekan komplit unit muskulotendinosus, nyeri hebat, kekuatan otot menghilang seluruhnya, biasa disertai memar.
Rehabilitation Purposes
- Mengurangi nyeri dan inflamasi
- Secara bertahap meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi
- Meminimalisir atrofi otot dan penurunan kekuatan
- Mempercepat proses penyembuhan otot yang tertarik
Non-Operative Therapy
- Pemberian obat nonsteroidal anti-inflammatories (NSAIDs) untuk mengurangi peradangan.
- Kompres dingin untuk mengatasi nyeri dan meredakan peradangan. Kompres diaplikasikan selama 10-15 menit setiap setiap 2-3 jam jika diperlukan dan segera sesudah aktivitas yang menimbulkan nyeri.
- Electrotherapy atau terapi listrik dapat membantu mengurangi peradangan, mengontrol nyeri, dan meningkatkan performa otot.
- Cyrotherapy dapat membantu mengecilkan hematoma/memar/perdarahan secara signifikan. Terapi ini dapat dikombinasikan dengan penggunaan kompresi dan elevasi ekstremitas untuk menurunkan aliran darah dan penumpukan cairan interstisial.
- Latihan strengthening, khususnya pada otot quadriceps, fleksor pinggul, ITB, dan tendon achilles. Termasuk latihan isometrik quadriceps, lalu bertahap lanjut ke lunges dan squat.
- Kary JM. Diagnosis and management of quadriceps strains and contusions. Curr Rev Musculoskelet Med. 2010 Oct; 3(1-4): 26–31 doi: 10.1007/s12178-010-9064-5
- Pietsch S, Pizzari T. Risk factors for quadriceps muscle strain injuries in sport: a systematic review. Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy. 2022; 52(6):389-400 doi https://www.jospt.org/doi/10.2519/jospt.2022.10870
- Kary JM. Diagnosis and management of quadriceps strains and contusions. Current Reviews in Musculoskeletal Medicine. 2010;3:26-31.
FAQ
Quadriceps strain biasanya disebabkan oleh aktivitas fisik, meski bisa juga terjadi jika ada benda yang membentur paha. Kegiatan fisik yang bisa menyebabkan contohnya adalah menendang, melompat, berlari, atau meregangkan otot yang terlalu jauh seperti saat peregangan pemanasan.
Waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan tergantung seberapa parah ketegangan itu. Biasanya beberapa bulan jika strain yang terjadi cukup parah. Namun jika ringan, dengan perawatan dan istirahat yang tepat, gejala akan membaik dalam beberapa hari.
Jangan berlari karena dapat memperparah cedera dan mencegah penyembuhan, minum alkohol karena bisa menyebabkan peradangan di sekitar luka, memijat karena dapat mengiritasi otot lebih banyak dan menyebabkan pembengkakan, dan mengaplikasikan panas dalam bentuk gel/mandi/bantalan pemanas karena dapat meningkatkan pembengkakan.
