Patellofemoral Pain Syndrome

Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) adalah nyeri di bagian depan lutut, di sekitar tempurung lutut (patella). Patellofemoral Pain Syndrome juga sering disebut sebagai "lutut pelari" atau runner’s knee karena biasanya dialami oleh seseorang yang melakukan olahraga lari atau lompat.
Secara anatomi, tempurung lutut (patella) melekat pada kelompok besar otot di paha yang disebut quadriceps dan pada tulang kering oleh tendon patella. Tempurung lutut masuk ke dalam alur di ujung tulang paha (femur) yang disebut kondilus femoralis. Dengan menekuk dan meluruskan lutut berulang kali, Anda dapat mengiritasi permukaan bagian dalam tempurung lutut dan menyebabkan rasa sakit.
Gejala yang dirasakan adalah nyeri di lutut yang biasanya semakin memburuk jika jongkok, berlutut, naik atau turun tangga, atau duduk dalam waktu lama. Dapat juga terjadi embengkakan ringan, berkurangnya kekuatan otot, dan rasa tidak nyaman dan tidak stabil pada lutut.
- Peningkatan aktivitas, naik atau turun tangga.
- Biomekanik yang buruk di kaki, lutut dan/atau pinggul.
- Kekuatan otot yang buruk atau ketidakseimbangan otot kaki, pinggul dan gluteal.
- Ketegangan otot yang berlebihan di kaki, pinggul atau punggung.
- Gerakan patela yang tidak tepat saat otot paha depan berkontraksi.
Treatment
- RICE (Rest, Ice, Compression, and Elevation)
- Beristirahat dari aktivitas fisik, terutama pada aktivitas yang melibatkan banyak gerakan kaki seperti berlari, basket, volley. Jika ingin tetap berolahraga, disarankan untuk berenang atau low-impact-activity.
- Mengonsumsi obat anti nyeri dapat membantu mengurangi nyeri.
- Berolahraga (stretching, strengthening, balance exercises, etc), contoh gerakan yang bisa dilakukan adalah seperti berikut:


Prevention
Memperkuat otot paha, terutama bagian dalam
Menggunakan sepatu yang pas dan memiliki penyangga lengkung yang baik (good arch)
Meningkatkan aktivitas secara bertahap setelah rasa sakit membaik
- Bosshardt L, Ray T, Sherman S. Non-operative management of anterior knee pain: patient education. Curr Rev Musculoskelet Med. 2021 Feb; 14(1): 76–81. doi: 10.1007/s12178-020-09682-4
- Dutton RA, Khadavi MJ, Fredericson M. Patellofemoral pain. Phys Med Rehabil Clin N Am. 2016;27(1):31-52. doi:10.1016/j.pmr.2015.08.002
- Petersen W, Ellermann A, Gösele-Koppenburg A, et al. Patellofemoral pain syndrome. Knee Surg Sports Traumatol Arthrosc. 2014; 22(10): 2264–2274. doi: 10.1007/s00167-013-2759-6
FAQ
Komplikasi yang dapat terjadi seperti perburukan nyeri yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada lutut dan kerusakan pada tulang rawan di bawah tempurung lutut (chondromalacia patella).
Tempurung lutut (patella) terletak di bagian depan sendi lutut, dan membantu otot paha besar (quadriceps) untuk menekuk dan meluruskan lutut. Aktivitas berulang atau olahraga yang memaksa tempurung lutut bergerak naik turun secara terus-menerus seperti gerakan berlari, berjongkok, dapat memicu timbulnya sindrom nyeri patellofemoral.
Artroskopi dan tibial tubercle transfer. Keputusan untuk operasi membutuhkan diskusi panjang dengan ahli bedah, meninjau beberapa faktor termasuk: riwayat medis pasien, kemungkinan untuk keberhasilan prosedur, dan bagaimana efektivitas tindakan operasi dalam mengembalikan kemampuan individu untuk melakukan aktivitas atletik.
