Mitos Marathon

Lari merupakan olahraga yang murah dan mudah. Bisa dilakukan di mana saja dan tanpa alat pendukung. Namun sayangnya masih banyak mitos keliru atau fakta yang belum diketahui seputar olahraga lari. Supaya tidak lagi termakan informasi yang merugikan seputar olahraga lari, yuk pelajari mitos-mitos ini!

  1. Running is inherently bad for your knees. 
    Mitos ini muncul karena 45% dari semua cedera lari melibatkan nyeri lutut, dan lari dipercaya memberikan tekanan berlebih pada kaki sehingga bisa menyebabkan cedera lutut. Namun menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine pada tahun 2008, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa lutut pelari lebih rentan terhadap osteoarthritis atau masalah lutut lainnya. Sebagian besar masalah terkait lutut adalah akibat dari pinggul yang lemah, otot yang tegang, dan penggunaan yang berlebihan. Sehingga mitos ini tidaklah benar.

  2. Runner’s only need to run to train
    Sebagian besar pelari berpikir bahwa latihan untuk marathon hanya membutuhkan jarak tempuh, namun latihan kekuatan juga diperlukan untuk membantu membangun sendi dan otot untuk meningkatkan kinerja dan mencegah cedera. Dan latihan kekuatan tidak hanya fokus pada otot kaki saja, tetapi seluruh tubuh harus tetap kuat untuk melewati garis finish. 

  3. Every runner gets injured
    Memang benar bahwa pelari rentan terhadap beberapa cedera namun dengan latihan kekuatan, mobilitas dan peningkatan intensitas latihan secara bertahap dapat mengurangi risiko cedera.

  4. Cramps are caused by dehydration
    Sangat penting bagi pelari untuk terhidrasi pada hari perlombaan atau selama latihan dan memiliki keseimbangan elektrolit yang tepat. Namun jika kaki kram saat berlari, kemungkinan besar bukan disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit. Sebuah studi yang dilakukan pada atlet triatlon pada tahun 2011 menunjukkan bahwa pelari yang mengalami kram tidak mengalami masalah elektrolit atau ketidakseimbangan. Peneliti menyimpulkan bahwa kram biasanya tidak disebabkan oleh dehidrasi atau elektrolit. Sebaliknya, itu adalah hasil dari peningkatan kecepatan lari Anda.

    Yuk kita simak artikel Emi-Ducation lainnya!

  • Lee, Duck-Chul, Russell R. Pate, Carl J. Lavie, Xuemei Sui, Timothy S. Church, and Steven N. Blair. 2014. “Leisure-Time Running Reduces All-Cause and Cardiovascular Mortality Risk.” Journal of the American College of Cardiology 64 (5): 472–81. 2.
  • Gent, R. N. van, D. Siem, M. van Middelkoop, A. G. van Os, S. M. A. Bierma-Zeinstra, and B. W. Koes. 2007. “Incidence and Determinants of Lower Extremity Running Injuries in Long Distance Runners: A Systematic Review.” 3.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21148567/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top