Frozen Shoulder

FS

Frozen shoulder atau Adhesive Capsulitus, terjadi ketika ligamen di bahu menebal, meradang, dan terluka sehingga bahu terasa nyeri dan kaku. Gejala biasanya memburuk dari waktu ke waktu.

    Orang yang mengalami frozen shoulder sering mengalami tiga fase gejala:

    • Fase pertama berlangsung dua hingga sembilan bulan dan melibatkan nyeri bahu yang menyebar, parah, dan gejala akan memburuk pada malam hari. Selama fase ini, bahu menjadi semakin kaku.
    • Fase kedua (menengah) berlangsung selama 4 hingga 12 bulan. Selama fase ini, bahu menjadi sangat kaku dan memiliki mobilitas terbatas, tetapi rasa sakitnya berangsur-angsur berkurang.
    • Fase ketiga (pemulihan) berlangsung hingga 5-24 bulan. Selama fase ini, orang secara bertahap mendapatkan kembali rentang geraknya (range of motion). Rasa sakit dan kaku yang ditimbulkan dapat sangat mengganggu kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti berpakaian dan mandi, atau bahkan bekerja.

      Yang berisiko mengalami frozen shoulder:

      • Penderita diabetes mellitus.
      • Penderita penyakit yang mempengarui kelenjar tiroid, kelenjar di leher yang memproduksi hormon yang mengontrol cara tubuh menggunakan dan menyimpan energi.
      • Orang yang tidak dapat bergerak untuk waktu yang lama.
      • Orang yang pernah terkena stroke.
      • Orang yang menderita penyakit Parkinson.
      • Orang yang telah menggunakan obat antiretroviral (khususnya obat yang disebut protease inhibitor untuk mengobati infeksi HIV.

      Treatment

      • Jenis penanganan yang harus dilakukan bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami dan seberapa jauh kelainan tersebut sudah berkembang dengan fokus penanganan adalah untuk mengontrol rasa nyeri dan mengembalikan gerakan dan kekuatan otot-otot bahu.
      • Terapi fisik (fisioterapi)
      • Latihan fisik, seperti latihan untuk membantu pemulihan (Range of Motion Exercise)  untuk meningkatkan mobilitas bahu.
      • Ketika rasa sakit mereda dan mobilitas membaik, dapat melakukan latihan kekuatan otot mulai dari latihan isometrik dan latihan lainnya.
      • Obat Antiinflamasi Non Steroid seperti Ibuprofen atau Naproxen sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
      • Penggunaan tapping untuk membantu meredakan ketegangan dan menjaga posisi bahu tetap normal.
      • Jika pengobatan secara konservatif tidak membantu, operasi kadang-kadang dilakukan untuk melonggarkan, meregangkan atau melepaskan kapsul sendi dan beberapa jaringan ketat di sekitar bahu

      FS1

      • Cleveland Clinic (2019). Disease & Conditions. Frozen Shoulder.
      • Mayo Clinic (2020). Diseases & Conditions. Frozen Shoulder.
      • Roberts, J. Medscape (2020). Adhesive Capsulitis (Frozen Shoulder).
      • Frozen Shoulder. American Academy of  Orthopedics Surgeon. OrthoInfo. 2014.

      FAQ

      Frozen shoulder dapat pulih dalam satu hingga satu setengah tahun. Jika tidak kunjung membaik, dokter dapat melakukan prosedur pembedahan atau prosedur lainnya.

      Penderita diabetes berisiko dua kali lebih tinggi mengalami frozen shoulder. Gula darah yang tidak terkontrol bisa berdampak pada kolagen, protein utama yang membentuk jaringan ikat tubuh. Kolagen akan menkadi lengkett saat molekul gula menempel, mengakibatkan gerakan menjadi terbatas dan bahu mulai kaku. Proses ini dikenal sebagai glikosilasi.

      Phase 1: Freezing phase; nyeri hebat pada area bahu dan sekitarnya yang bersifat terus-menerus dan bertambah pada malam hari.

      Phase 2: Frozen phase; nyeri sedikit berkurang, tetapi kekakuan akan bertambah semakin parah dan gerakan (range of motion) bahu akan menjadi terbatas sehingga sangat mengganggu kegiatan sehari-hari dan pekerjaan yang membutuhkan pergerakan dari sendi bahu.

      Phase 3: Thawing phase atau recovery phase; secara perlahan sendi bahu akan berkurang kekakuannya sehingga range of motion akan kembali normal.

      Call Us Now

      Scroll to Top