Achilles Tendinopathy

Achilles tendinopathy adalah suatu proses peradangan atau inflamasi yang ditandai oleh rasa sakit di bagian posterior (belakang) tumit yang dapat bersifat akut (tendinitis) dan kronis (tendinosis).
- Biasanya terjadi pada individu atau atlet rekreasi usia menengah/ setengah baya
- Untuk atlet elit, biasanya berhubungan dengan perubahan/peningkatan intensitas latihan dan/atau durasi.
- Untuk peritendinitis: nyeri fokal dan nyeri tekan setelah aktivitas. Nyeri dapat berkembang menjadi gejala pada awal aktivitas atau dengan aktivitas yang kurang intens/rutin
- Untuk tendinosis: biasanya tidak nyeri, pasien mungkin mengeluh adanya pembengkakan
- Biasanya berhubungan dengan riwayat pengobatan sebelumnya, termasuk riwayat injeksi kortikosteroid atau penggunaan antibiotik fluoroquinolone baru-baru ini.
- Usia & jenis kelamin
- Rentang gerak sendi pergelangan kaki dorsofleksi (menekuk ke atas) yang tidak normal
- Kekuatan otot pergelangan kaki dengan gerakan plantarfleksi (menekuk ke bawah) yang kurang
- Riwayat suntikan kortikosteroid intratendinous atau peritendinous
- Genetik
- Trauma berulang atau pembebanan ekstrem mendadak pada tendon Achilles (misalnya, pembebanan eksentrik yang kuat seperti saat mendarat dari lompat)
- Kesalahan pelatihan
- Jarak tempuh yang berlebihan (volume)
- Menambah intensitas latihan
- Permukaan latihan yang tidak rata, misalnya jalan bukit, jalan berbatu, permukaan yang licin
- Peralatan yang tidak memadai
- Alas kaki yang tidak benar (sepatu non-atletik, sepatu tidak rata/usang)
- Riwayat cedera sebelumnya
Injury Classification
Peritendinitis
Peradangan yang melibatkan struktur dari peritendinous
Penebalan peritenon
Akumulasi cairan berdekatan dengan tendon
Peritendinitis dengan tendinosis
Peradangan dari struktur peritendinous disertai dengan perubahan degeneratif (penuaan)
Terjadi penebalan pada tendon noduler
Pelunakan jaringan
Fibrilasi
Penuaan/degenerasi fokus pada tendon
Tendinosis
Proses degenerasi tanpa gejala yang disebabkan karena akumulasi mikro trauma dan penuaan, atau keduanya.
Bersifat kronis
Adanya lesi degeneratif (tanda penuaan) tanpa ada peritendinitis
Struktur tendon yang berubah
Pelunakan jaringan
Rehabilitation Purposes
- Melindungi area dari cedera lebih lanjut
- Mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kejang
- Mengembalikan rentang gerak (ROM), fleksibilitas, dan mobilitas jaringan
- Mengembalikan kontrol neuromuskuler, kekuatan otot, daya tahan otot, dan daya ledak otot
- Mengembalikan propriosepsi, koordinasi, dan ketangkasan
- Mengembalikan keterampilan fungsional
- Anthony C. Egger and Mark J. Berkowitz. Achilles tendon injuries. Curr Rev Musculoskelet Med. 2017 Mar; 10(1): 72–80 doi: 10.1007/s12178-017-9386-7
- Kader D, Saxena A, Movin T, et al. Achilles tendinopathy: some aspects of basic science and clinical management. British Journal of Sports Medicine. 2002;36:239-249.
- Mazzone MF, Mccue T. Common Conditions of the Achilles Tendon. Am Fam Physician. 2002;65(9):1805-1811.
- Ryan Thomas Conyer MD, Taylor Beahrs MD, Anish R. Kadakia MD. 2022. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/achilles-tendinitis/. Achilles Tendinitits. Diakses pada 6 Januari 2023
FAQ
Penggunaan tendon achilles yang berlebihan (misal pada pelari, penari, dan atlet olahraga yang melibatkan gerakan melompat), olahraga menggunakan sepatu yang tidak tepat, melakukan teknik olahraga yang salah, dan olahraga pada permukaan yang keras. Hal ini juga sering terjadi pada orang yang menderita arthritis seperti ankylosing spondylitis, dan faktor genetik.
