Shin Splints

Shin Splints

Shin splints adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menjelaskan nyeri di bagian depan tulang kering tungkai bawah yang dipicu oleh latihan atau aktivitas atletik. Umumnya pada shin splints terdapat periostitis, yaitu adanya peradangan pada lapisan terluar tulang (periosteum) dan peradangan pada otot dan tendon sekitar tulang kering/tibia.

Nama lain: Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS)

Cedera tulang kering tungkai bawah terdiri dari tulang kering (tibia) di bagian dalam (medial) dan tulang betis (fibula) di bagian luar (lateral). Tulang tibia dilapisi oleh otot yang bernama tibialis anterior di bagian depan dan tibialis posterior di bagian belakang.

    • Nyeri pada bagian depan atau bagian dalam tulang kering di tungkai bawah. Awalnya, nyeri hanya dirasakan setelah latihan, berkembang menjadi nyeri di awal latihan yang berkurang setelah periode pemanasan singkat.
    • Kadang di sertai bengkak dan nyeri tekan di tungkai bawah bagian depan
    • Nyeri pada shin splints biasanya bersifat konstan
    • Nyeri tekan pada shin spints lokasinya tidak dapat ditunjuk dengan jelas
    • Dengan aktivitas atau latihan yang berlanjut dan nyeri yang tidak ditangani, nyeri konstan akan berakibat pada ketidakmampuan berpartisipasi dalam latihan atau olahraga.

    • Kekakuan dan kelemahan otot-otot tungkai bawah dan betis
    • Flat feet
    • Kurangnya pemanasan sebelum latihan
    • Kesalahan program latihan, termasuk peningkatan jarak, durasi, intensitas latihan yang cepat, kurangnya istirahat antar latihan
    • Alas kaki atau sepatu dengan bantalan yang tidak baik
    • Teknik berlari yang tidak benar, biasanya pada pelari heel strike.Memperbaiki teknik berlari "Running Re-educations" dengan berbagai metode seperti Running ABC drill.

    Rehabilitation Purposes

    • Penanganan rasa nyeri dengan RICE: rest, ice, compression, elevtion
    • Pemberian obat antiradang (NSAIDs) dan analgesik per oral atau topikal untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
    • Mengidentifikasi faktor risiko shin splint
    • Meningkatkan ruang gerak sendi pergelangan kaki
    • Mengatasi kekakuan otot-otot tungkai bawah: otot betis, otot tibialis anterior, dan tibialis posterior
    • Meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah, termasuk stabiliasi otot batang tubuh/core 
    • Memperbaiki postur tubuh
    • Meningkatkan fungsi
    • Meningkatkan biomekanik selama aktivitas fungsional. Jika perlu dengan penggunaan leg brace atau ortotik.

    • Deskhmukh NS,  Phansopkar P. Medial tibial stress syndrome: a review article. Cureus. 2022 Jul; 14(7): e26641 doi: 10.7759/cureus.26641
    • Bates P. Shin splints: a literature review. British Journal of Sports Medicine. 1985;19:132-137.
    • Alfayez SM, Ahmed ML, Alomar AZ. A review article of medial tibial stress syndrome. J Musculoskelet Surg Res. 2017;1:2-5.

    FAQ

    Gunakan sepatu yang tepat, berlari dan berlatih pada permukaan yang datar, pemanasan sebelum berolahraga dan peregangan setelah berolahraga, kurangi berat badan jika obesitas, perbaiki kekuatan dan fleksibilitas tubuh, dan ubah tingkat aktivitas secara bertahap atau hindari aktivitas berlebih.

    Secara umum terjadi akibat otot dan jaringan tulang (periosteum) pada tungkai bawah bekerja berlebihan akibat aktivitas berulang. Namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan terjadinya shin splints:

    • Perubahan tingkat aktivitas yang tiba-tiba
    • Berlari pada permukaan keras atau tidak rata
    • Obesitas
    • Memiliki kaki datar atau pronasi yang berlebihan

    Fungsi tulang kering adalah membantu pergerakan pada pergelangan kaki agar tetap optimal. Selain menyambung bagian lutut dan pergelangan kaki, tulang kering juga berfungsi menyangga otot yang berada pada area tungkai kaki. 

    Call Us Now

    Scroll to Top