Hamstring Strain

HS1

Hamstring strain adalah tarikan atau robekan pada suatu otot di kelompok otot belakang paha. Hamstring terdiri dari 3 otot di bagian belakang paha: biceps femoris, semitendinosus, dan semimembranosus. Secara fungsional, hamstring berperan penting dalam gerakan sprinting dan kicking - menendang bola dengan daya ledan yang besar. Oleh karena itu, hamstring strain sering terjadi pada sprinter dan pemain bola.

    • Nyeri, kram, rasa tarikan, atau rasa terbakar pada belakang paha
    • Nyeri dirasakan saat menekuk atau meluruskan lutut, menyebabkan kesulitan saat berjalan
    • Nyeri memburuk selama dan setelah aktivitas yang berat
    • Mungkin terdengan bunyi ‘pop’ saat terjadinya cedera
    • Mungkin terdengar krepitus ketika tendon digerakkan atau disentuh
    • Riwayat cedera hamstring sebelumnya

    • Kekakuan dan kelemahan otot-otot paha, betis, dan bokong
    • Kurangnya pemanasan sebelum latihan
    • Alas kaki atau sepatu dengan bantalan yang tidak baik
    • Ruang gerak sendi lutut dan pinggul yang kurang
    • Kurangnya kekuatan dan fleksibilitas otot hamstring

    Injury Classification

    HS3

    • Derajat 1 (ringan): tarikan kecil tanpa robekan signifikan (robekan mikroskopis), nyeri minimal atau tidak ada, kekuatan normal, panjang unit muskulotendinosus normal.
    • Grade 2 (sedang): tarikan sedang dengan robekan serabut otot atau tendon, nyeri sedang sampai nyeri hebat kekuatan otot menurun.
    • Grade 3 (berat): robekan komplit unit muskulotendinosus. nyeri hebat, kekuatan menghilang penuh, biasa disertai hematoma.

    HS2

    Rehabilitation Purposes

    • Mengurangi nyeri dan inflamasi dengan melakukan RICE dan pengobatan NSAID
    • Cyrotherapy dapat membantu mengecilkan hematoma secara signifikan
    • Penggunaan kompresi dan elevasi ekstremitas guna menurunkan aliran darah dan penumpukan cairan interstisial
    • Electrotherapy atau terapi listrik membantu mengurangi inflamasi, mengontrol nyeri, dan mengaktivasi otot
    • Meningkatkan fleksibilitas dan ruang gerak sendi sendi panggul secara bertahap
    • Meminimalisir atrofi otot dan penurunan kekuatan
    • Mengembalikan kekuatan otot dan daya ledak otot
    • Penyembuhan untuk grade 1 sekitar 2-3 minggu, grade 2 sekitar 6-8 minggu, dan grade 3 sekitar 4-6 bulan

    Notes:

    • Bila tidak rehabilitasi dengan baik, kekakuan pada hamstring akan bertambah parah dan dapat menimbulkan hamstring syndrome, dimana terbentuk jaringan parut (scar) yang menjepit saraf sciatica dan memperberat nyeri.
    • Cedera hamstring mempunyai tingkat cedera berulang yang sangat tinggi. Oleh karena itu, proses rehabilitasi harus dilakukan denga adekuat dan maksimal.

    • Chu SK, Rho ME. Hamstring Injuries in the Athlete: Diagnosis, Treatment, and Return to Play. Curr Sports Med Rep. 2016;15(3):184-190. doi:10.1249/JSR.0000000000000264
    • Wing C, Bishop C. Hamstring Strain Injuries: Incidence, Mechanisms, Risk Factors, and Training Recommendations. Strength and Conditioning Journal: June 2020;Vol 42(3):40-57 doi: 10.1519/SSC.0000000000000538
    • Brukner P. Hamstring injuries: prevention and treatment—an update. British Journal of Sports Medicine 2015;49:1241-1244.

    FAQ

    Diagnosis cedera hamstring ditentukan berdasarkan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, akan terdapat pembengkakan dan titik nyeri di otot paha bagian belakang. emeriksaan juga bisa dilakukan seperti X-ray dan Magnetic resonance imaging (MRI). MRI bisa membantu dokter untuk membantu diagnosis cedera hamstring, meskipun bukan merupakan suatu keharusan.

    Penderita cedera hamstring bisa mengalami komplikasi jika melakukan aktivitas berat sebelum kondisinya benar-benar pulih. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain: cedera berulang dan otot mengecil karena jarang digunakan akibat terlalu sering menggunakan alat bantu.

    Penderita harus bertemu dokter jika tidak dapat menahan beban pada kaki yang cedera atau jika tidak dapat berjalan lebih dari empat langkah tanpa sakit yang signifikan.

    Call Us Now

    Scroll to Top