Groin Strain

Groin Strain merupakan cedera pada kelompok otot aduktor pada bagian medial (sisi bagian dalam) paha. Cedera ini umum terjadi pada atlet, terutama pada pemain bola dan hoki, dimana otot aduktor longus paling sering mengalami cedera (62-90%). Groin strain juga dikenal sebagai adductor strain atau cedera lipat paha.
Otot aduktor terdiri dari kompleks aduktor (longus, magnus, dan brevis), gracilis, pectineus, dan obturator externus yang berfungsi untuk gerakan aduksi paha dan pinggul serta stabilisasi pelvis dan ekstremitas bawah selama fase stance dalam berjalan.

- Nyeri yang mendadak, terkadang disertai sensasi “pop” pada bagian medial (sisi dalam) paha saat cedera
- Nyeri bertambah parah saat aktivitas
- Keidakmampuan melanjukan aktitivas/olahraga setelah awal rasa nyeri
- Rentang gerak sendi dan fungsi umumnya tidak terganggu
- Bengkak sedang sampai berat pada bagian dalam paha
- Adanya nyeri tekan lokal pada lipatan paha
- Adanya tahanan pada gerakan aduksi pinggul (gerakan menekuk paha ke tengah tubuh)
- Gerakan peregangan dapat menimbulkan nyeri
- Riwayat cedera pinggul atau selangkangan
- Kelemahan dan kelelahan otot aduktor
- Penurunan rentang gerak sendi paha
- Kurangnya peregangan kompleks otot aduktor
Injury Classification
Tingkat I: terdapat nyeri, namun penurunan kekuatan dan ruang gerak hanya minimal
Tingkat II: terdapat nyeri dan penurunan kekuatan otot (tidak termasuk kehilangan kekuatan dan fungsi total) karena kerusakan jaringan
Tingkat III: terdapat disrupsi komplit pada unit muskulotendinosus dan kehilangan fungsi total
Treatment
- Target: aduksi konsentrik melawan gravitasi tanpa rasa nyeri
- 48 jam pertama setelah cedera : RICE (rest, ice, compression, elevation)
- obat NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs) guna mengurangi rasa nyeri dan peradangan
- TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) merupakan salah satu terapi listrik yang dapat digunakan
- Ultrasound
- Latihan gerakan pasif dan aktif sendi pinggul
- Latihan pinggul tanpa beban (non-weightbearing) dan secara bertahap menambah latihan dengan tahanan tanpa beban
- Penguatan otot tubuh bagian atas dan batang tubuh
- Penguatan otot ekstremitas sisi yang lain (kontralateral)
- Latihan fleksibilitas pada otot yang tidak terlibat cedera
- Latihan keseimbangan dengan papan keseimbangan
- Farr BK, Nguyen D, Stephenson K, Rogers T, Stevens FR, Jasko JJ. Adductor Sprain. At Clinical Orthopaedic Rehabilitation A Team Approach. Fourth Edition. Elsevier 2018.
- Tyler TF, Silvers HJ, Gerhardt MB, Nicholas SJ. Groin injuries in sports medicine. Sports Health. 2010;2(3):231–236.
- Kiel J, Kaiser K. Adductor Strain. [Updated 2019 Dec 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493166/
FAQ
Grade strain terbagi menjadi tiga derajat keparahan:
Grade 1; ketidaknyamanan ringan, biasanya tidak membatasi aktivitas. Waktu pemulihan 2-3 minggu.
Grade 2; ketidaknyamanan tingkat sedang, bisa membatasi aktivitas seperti lari dan lompat, disertai pembengkakan dan memar sedang. Waktu pemulihan 2-3 bulan.
Grade 3; cedera parah yang bisa menyebabkan nyeri saat berjalan. Sering kali pasien mengeluhkan kejang otot, bengkak, dan memar yang parah. Waktu pemulihan 4 bulan atau lebih.
