Piriformis Syndrome

Piriformis Syndrome

Sindrom Piriformis adalah kondisi dimana otot piriformis menekan atau mengiritasi saraf sciatic sehingga menimbukan gejala nyeri dan terkadang kehilangan rasa sensoris di bagian bokong dan belakang paha, dan sering menjalar ke bagian bawah kaki. Kelainan ini dikenal juga dengan nama wallet syndrome, deep gluteal syndrome, atau neuropati hip pocket.

    • Kaku atau nyeri di bagian pinggul atau bokong dan bisa menjalar sampai paha bagian belakang, betis, dan terkadang sampai lutut.
    • Rasa kesemutan dan baal di ekstremitas bawah.
    • Rasa berat atau lelah pada tungkai bawah.
    • Nyeri ketika berjalan.
    • Nyeri ketika duduk terlalu lama (15-20 menit) 
    • Nyeri bertambah parah dengan aktivitas olahraga dan saat posisi duduk atau jongkok.

    Prevalensi pada wanita lebih tinggi  kali lipat dibandingkan pria, mungkin berkaitan dengan lebih lebarnya muskulus kuadriseps femoris (Q angle), perbedaan struktur pelvis, atau perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi otot sekitar pelvis.


    Sindrom piriformis sering pada lanjut usia dan produktif, dapat muncul pada segala golongan pekerjaan dan aktivitas.  Terdapat dua tipe sindrom piriformis. Sindrom piriformis primer melibatkan faktor anatomis, seperti robeknya muskulus piriformis, cedera nervus iskiadikus, atau kelainan lajur nervus iskiadikus. Piriformis sekunder melibatkan faktor presipitasi seperti makro-trauma, mikro-trauma, dan efek iskemik.

    Treatment

      Infeksi di otot piriformis:
        Banyak pasien akan menemukan bantuan dari rasa sakit dengan terapi injeksi di sekitar otot  piriformis dan saraf siatik.

          Penanganan nyeri akibat sindrom piriformis:
          Kompres dengan es untuk membantu mengurangi rasa nyeri.
            Mengistirahatkan bagian tubuh yang sakit dengan menghindari dari aktivitas yang memberikan penekanan pada otot Piriformis.
              Mengonsumsi painkillers atau obat Pereda nyeri apabila nyeri dirasa hebat.
                Fisioterapi. Tujuan utama dari fisioterapi adalah mengeliminasi gejala melalui program  peningkatan Range of Motion (ROM) kelompok otot dan sendi yang terkait, disertai peningkatan kekuatan otot dan pendukung.

                  Terapi Latihan: 

                    Terapi fisik juga sangat penting dalam mengobati sindrom ini. Penderita sindrom piriformis akan diminta melakukan latihan untuk meregangkan dan mengkondisikan otot-otot besar di  daerah gluteal. Ini akan membantu mengurangi jumlah kejang otot dan iritasi jaringan ikat di sekitar saraf skiatik. 

                    piriformis exercise

                    Supporting Investigation

                    Computer Tomography-Scan (CT-Scan)

                    Magnetic Resonance Imaging (MRI)

                    Ultrasound (USG)

                    Electromyography (EMG)

                    • Safrab MR, Zachazewski J, Stone DA. Piriformis Syndrome at Instructions For Sports Medicine Patients: 2nd edition. Elsevier, Inc. 2012.
                    • O’Connor FG, Casa DJ, Davis BA, Pierre PS, Sallis RE, Wilder RP. Pelvis, Hip, and Thigh Injuries at ACSM’S Sports Medicine: A Comprehensive Review. Lippincott Williams & Wilkins. 2013.
                    • Boyajian-O’Neill, L., McClain, R., Coleman, M., Thomas, P. The Journal of the American Osteopathic Association, November 2008.

                    FAQ

                    Otot piriformis berada di sekitar bokong (di belakang otot glueteus maximus) dan berperan dalam menstabilkan sendi panggul, menjaga keseimbangan serta menggerakkan paha, sehingga memungkinkan untuk melakukan gerakan yang melibatkan pinggul dan tungkai. 

                    Prevalensi sindrom piriformis tidak diketahui dengan pasti namun diperkirakan menyebabkan 0,3% - 6% nyeri punggung bawah dan paha atas/posterior. Biasanya terjadi pada pasien paruh baya, dengan jumlah kasus yang dilaporkan lebih tinggi pada wanita. Hal ini diperkirakan karena biomekanik sudut otot quadriceps femoris (Sudut Q) lebih lebar pada pelvis wanita. Laki-laki biasanya terjadi pada usia yang lebih tua, sedangkan perempuan biasanya terjadi pada usia lebih muda. Penyebab utama pada pria dan wanita adalah kompresi dari tumor dan variasi anatomi.

                    Intervensi bedah dapat dipertimbangkan ketika nyeri tidak berkurang setelah mencoba strategi manajemen konvensional, modifikasi aktivitas, obat-obatan, terapi fisik, dllnya. Kondisi ini dikelola melalui pembedahan dengan diseksi dan dekompresi dari saraf skiatik dan juga dapat melibatkan pelepasan otot piriformis. Operasi ini dapat dilakukan secara terbuka atau endoskopi.

                    Call Us Now

                    Scroll to Top