Cervical Spine Fracture

Neck fracture atau patah tulang leher adalah cedera traumatis dan membutuhkan perhatian medis darurat segera. Hal ini terjadi ketika salah satu dari tujuh tulang belakang leher menjadi retak atau patah. Cedera dapat terjadi parah dan kompleks yang dapat berdampak pada sumsum tulang belakang. Jika fraktur menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang belakang, komplikasi dapat berupa hilangnya fungsi tubuh sementara atau permanen.
- Memar dan bengkak di area leher
- Kehilangan kesadaran setelah jatuh atau kecelakaan
- Nyeri yang menyebar ke bahu atau lengan
- Nyeri leher yang berat
Fraktur leher paling sering terjadi akibat trauma tiba-tiba dengan kekuatan tinggi pada leher. Ada beberapa penyebab trauma yang berbeda yang dapat menyebabkan patah tulang, yaitu:
- Kecelakaan mobil, kecelakaan sepeda atau kecelakaan lalulintas lainnya
- Menyelam ke dalam kolam air yang dangkal
- Cedera kepala atau leher saat berolahraga
- Jatuh dari ketinggian
Treatment
Langkah pertama dalam menangani fraktur leher adalah dengan imobilisasi leher. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi seperti rontgen, CT-scan, atau MRI untuk melihat lebih dalam bagian leher yang terkena cedera. Operasi perbaikan tulang leher dapat dilakukan bila diperlukan.
Rehabilitasi dilakukan pada fraktur yang tidak memerlukan operasi atau setelah operasi leher. Rehabilitasi akan mencakup tindakan terapi listrik dan latihan-latihan leher yang dapat mengembalikan fungsional leher dan membangun kembali kekuatan otot dan tulang leher.
Prevention
- Selalu gunakan sabuk/alat pengaman saat bekendara
- Ikuti aturan untuk berolahraga yang aman
- Kenakan perlengkapan keselamatan saat berolahraga
- McMordie JH, Viswanathan VK, Gillis CC. Cervical Spine Fractures Overview. StatPearls Publishing LLC. 2022. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448129/#_NBK448129_pubdet_
- Beeharry MW, Moqeem K, Mujeeb U Rohilla MU. Management of Cervical Spine Fractures: A Literature Review. Cureus. 2021 Apr;13(4): e14418. DOI: 10.7759/cureus.14418
- Marcon RM, Cristante AF, Teixeira WJ, et al. Fractures of the cervical spine. CLINICS 2013;68(7):1455-1461. DOI: 10.6061/clinics/2013(11)12
FAQ
- Syok spinal yang disebabkan oleh kerusakan sumsum tulang akibar fraktur, yang bisa menyebabkan kelumpuhan.
- Syok neurogenik yang merupakan kondisi gawat darurat yang selain mempengaruhi kemampuan bergerak, penekanan pada sumsum tulang berdampak pada alirah darah pasien.
- Sindrom Brown-sequard (kelumpuhan, hilangnya sensasi getar, dan kemampuan memperkirakan suhu pada salah satu sisi tubuh).
- Pneumonia dan gangguan pernapasan berat.
- Infeksi pada luka operasi.
- Kelumpuhan.
- Kematian.
Lokasi fraktur servikal umumnya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
- Fraktur pada tulang C1; disebabkan oleh axial loading, atau adanya beban yang berasal dari arah atas dan sejajar dengan sumbu leher.
- Fraktur pada tulang C2; disebabkan oleh kombinasi antara kompresi (penekanan berlebihan pada tulang) dan gerakan abnormal diluar batas range of motion leher.
- Fraktur pada tulang C3-C7 (subaksial) ; sering terjadi pada kecelakaan bermotor.
