Penyebab Cedera: Cedera olahraga dapat muncul akibat trauma, baik secara fisik (kontak langsung) atau internal (tanpa kontak langsung). Contohnya termasuk sprain pergelangan kaki, cedera ligamen anterior cruciate (ACL), dan dislokasi bahu. Selain itu, cedera juga bisa disebabkan oleh penggunaan berlebihan, seperti tennis elbow, golfer elbow, runners knee, dan achilles tendinitis.
Waktu Terjadinya Cedera: Cedera akut terjadi tiba-tiba, seperti ketika atlet jatuh, terkena benturan, atau memutar sendi. Sementara itu, cedera kronis umumnya disebabkan oleh penggunaan berlebihan pada satu area tubuh dan berkembang secara perlahan seiring waktu.
Kemudian, terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi cedera yaitu faktor ekstrinsik dan instrinsik.
Faktor Ekstrinsik:
Faktor Intrinsik:
Dan terakhir, ketika pemulihan cedera olahraga, sangat penting untuk menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi seperti:
- Hindari pemanasan atau penggunaan krim panas, karena dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan pembengkakan, dan perdarahan di area cedera sulit dikendalikan.
- Jauhi konsumsi alkohol karena memperlambat proses penyembuhan, menghilangkan sensasi nyeri, dan meningkatkan risiko cedera.
- Aktivitas berlari yang 'high impact' dapat memperburuk cedera dengan memberikan tekanan berlebih pada area yang terkena.
- Hindari memijat langsung pada area cedera karena bisa menghambat penyembuhan dan memperburuk cedera. Pijatan diperbolehkan pada otot-otot kompensatori.
- M. Soebroto, 1974. Cedera Olahraga. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga dan Pemuda Depeartemen Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Paul M. Taylor, dkk. 1997. Conguering Athletic Injuries. Diterjemahkan Jamal Khabib: Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
- Peter Brukner dan Karim Khan, 1993. Clinical Sports Medicine. Australia: McGraw- HillBook Company.

